
Alkitab Terjemahan Baru
oleh Faith Comes By Hearing
4,7
- Keamanan
- 100% Safe
- Kategori
- Buku & Referensi
- Rating
- 4,7
- Harga
- Free
- Unduh
- 100.00K
Aplikasi ini aman, tepercaya, gratis untuk dipasang, dan menawarkan unduhan cepat tanpa risiko atau malware.
Tangkapan Layar




Analisis oleh Getfullapps
Saya mencoba Alkitab Terjemahan Baru sebagai aplikasi buku dan referensi untuk membaca serta mendengarkan Firman Tuhan dalam bahasa Indonesia. Kesan pertama saya cukup jelas: aplikasi ini berusaha membuat teks Alkitab lebih mudah dibawa ke mana-mana, tanpa harus selalu membuka Alkitab cetak atau mencari-cari versi digital di peramban. Pengembangnya, Faith Comes By Hearing, menempatkannya sebagai pilihan gratis untuk pembaca yang ingin mengakses Terjemahan Baru dari perangkat Android.
Menurut saya, daya tarik utamanya bukan pada banyaknya fitur tambahan, melainkan pada fokusnya. Aplikasi ini cocok untuk renungan pribadi, pembacaan singkat di sela kegiatan, pendalaman ayat, atau mendengarkan Firman ketika mata sedang tidak bisa menatap layar. Dengan rating rata-rata 4,7 dari lebih dari lima ratus penilaian dan jumlah pemasangan di atas seratus ribu, terlihat bahwa aplikasi ini sudah menemukan pengguna yang memang mencari Alkitab berbahasa Indonesia dalam bentuk praktis.
Membaca dengan nyaman dan menemukan bagian yang dicari
Saat memakai aplikasi Alkitab, saya biasanya menilai dua hal terlebih dahulu: apakah teks mudah dibaca dan apakah saya bisa berpindah ke kitab atau pasal yang diinginkan tanpa kebingungan. Untuk kebutuhan dasar, Alkitab Terjemahan Baru terasa langsung pada tujuan. Store short description-nya memang sederhana, yaitu “Alkitab Terjemahan Baru”, dan pengalaman penggunaannya juga mengikuti fokus tersebut: membuka teks, membaca, lalu kembali lagi ketika ingin melanjutkan.
Bahasa Terjemahan Baru sendiri menjadi pertimbangan penting. Pembaca yang sudah terbiasa dengan susunan dan pilihan katanya tidak perlu menyesuaikan diri dengan terjemahan lain. Ini membantu dalam kelompok kecil, ibadah, atau percakapan dengan orang yang memakai istilah ayat yang sama. Di sisi lain, gaya bahasa yang lebih formal mungkin terasa kurang ringan bagi pembaca baru. Saya menyarankan pengguna pemula membaca perlahan, tidak memaksakan banyak pasal sekaligus, dan memakai konteks pasal sebelum menarik kesimpulan dari satu ayat.
Untuk pembacaan harian, saya menemukan alur yang paling nyaman adalah menentukan tujuan sebelum membuka aplikasi. Misalnya, saya memilih satu pasal untuk dibaca utuh, lalu kembali ke ayat yang ingin direnungkan. Cara ini lebih efektif daripada membuka aplikasi tanpa rencana dan berpindah-pindah secara acak. Pada teks keagamaan, konteks sangat penting; aplikasi membantu menyediakan teksnya, tetapi pemahaman tetap membutuhkan waktu dan perhatian.
Pengguna yang memiliki penglihatan kurang nyaman sebaiknya menguji ukuran teks dan pengaturan tampilan yang tersedia di perangkatnya. Saya tidak akan menganggap semua orang memiliki pengalaman visual yang sama. Ukuran layar, tingkat kecerahan, jenis huruf sistem, dan pengaturan pembesaran Android dapat memengaruhi kenyamanan secara nyata. Bagi saya, membaca dalam sesi pendek lebih mudah daripada memaksa mata menatap layar lama-lama, terutama ketika pencahayaan ruangan buruk.
Hal yang juga saya hargai adalah kemungkinan memakai aplikasi ini sebagai pengganti sementara buku fisik ketika sedang bepergian. Ponsel biasanya sudah berada di tangan, sehingga pembacaan spontan menjadi lebih mudah. Namun, pengalaman digital tetap berbeda dari buku cetak. Tidak semua orang menyukai membaca ayat dari layar, dan sebagian pembaca lebih mudah mengingat posisi halaman daripada lokasi kitab dan pasal. Jika Anda termasuk tipe tersebut, Alkitab fisik mungkin masih menjadi pilihan utama.
Artikel Berikutnya untuk Dijelajahi

Hill Climb Racing: Menjaga Keseimbangan di Ambang Terbalik

X (Sebelumnya Twitter): Kabar Terbentuk Langsung di Linimasa

Amazon Shopping Paling Berguna Saat Anda Tahu yang Dicari

Di 8 Ball Pool, Komunitas Terbentuk dari Tantangan dan Persaingan

Uber Mengatur Cara Kota Bergerak

Facebook Makin Menyatu dengan Ponsel, tetapi Tetap Menuntut Perhatian
Strategi navigasi untuk pembacaan yang lebih terarah
Saya menyarankan membuat kebiasaan sederhana: tentukan kitab, pasal, dan alasan membaca sebelum membuka teks. Untuk studi tematik, catat rujukan di luar aplikasi atau gunakan catatan pribadi di perangkat. Dengan begitu, aplikasi berfungsi sebagai sumber teks yang cepat, sementara proses pengamatan dan refleksi tetap teratur. Ini berguna bagi pelajar Alkitab yang ingin membandingkan beberapa bagian tanpa kehilangan tujuan awal.
Untuk pembaca yang sering lupa posisi terakhir, kebiasaan menutup aplikasi setelah menyelesaikan satu bagian dapat membantu membangun pola yang konsisten. Saya juga lebih menyukai pembacaan berdasarkan urutan kitab ketika ingin memahami alur yang panjang, bukan melompat dari ayat populer ke ayat populer. Aplikasi seperti ini paling bermanfaat ketika dipakai sebagai bagian dari rutinitas, bukan hanya dibuka saat membutuhkan kutipan.
Perlu diingat bahwa aplikasi ini bukan pengganti guru, pendeta, kelompok pemahaman, atau buku tafsir. Jika Anda sedang menyelidiki latar sejarah, makna istilah, atau perbedaan terjemahan, Anda mungkin membutuhkan sumber lain. Di sinilah aplikasi Alkitab khusus dapat terasa lebih terbatas dibandingkan platform studi Alkitab yang menyediakan banyak versi, komentar, kamus, dan alat perbandingan dalam satu tempat.
Suara, penglihatan, dan cara memakai aplikasi dalam situasi berbeda
Salah satu bagian yang paling relevan untuk aksesibilitas adalah dukungan membaca dan mendengarkan. Store summary menyebutkan bahwa pengguna dapat membaca dan mendengarkan Firman Tuhan dalam bahasa Indonesia. Bagi saya, ini mengubah cara aplikasi dipakai. Membaca cocok ketika saya ingin berhenti pada kata atau ayat tertentu, sedangkan audio lebih berguna ketika tangan dan mata sedang sibuk.
Contoh sehari-harinya sederhana. Saat menyiapkan sarapan atau merapikan rumah, saya dapat memilih mendengarkan bagian Alkitab daripada mencoba membaca layar sambil bergerak. Dalam perjalanan sebagai penumpang, audio juga dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman daripada terus menatap ponsel. Saya tetap tidak menyarankan mengoperasikan aplikasi ketika mengemudi, karena perhatian utama harus berada di jalan.
Bagi pengguna dengan keterbatasan penglihatan, opsi audio dapat mengurangi ketergantungan pada layar, tetapi pengalaman mendengarkan tidak otomatis sempurna untuk semua orang. Kecepatan bicara, kejernihan suara, lingkungan sekitar, dan kemampuan berkonsentrasi akan menentukan hasilnya. Pengguna dengan gangguan pendengaran mungkin justru lebih membutuhkan teks yang jelas. Karena itu, kekuatan aplikasi ini terletak pada pilihan antara membaca dan mendengarkan, bukan pada satu metode yang cocok untuk semua orang.
Pengguna dengan keterbatasan motorik juga perlu mempertimbangkan cara memegang ponsel dan melakukan sentuhan pada layar. Membaca dalam sesi panjang dapat melelahkan jika perangkat harus terus ditahan. Saya lebih menyarankan menempatkan ponsel pada permukaan yang stabil atau memakai penyangga yang sudah dimiliki, lalu mengatur sesi membaca dalam bagian pendek. Ini bukan fitur khusus aplikasi, tetapi perubahan kecil pada lingkungan bisa membuat akses jauh lebih nyaman.
Perintah suara atau pembaca layar bawaan perangkat mungkin membantu sebagian pengguna, tetapi saya tidak menganggap semua elemen aplikasi pasti bekerja sama baiknya dengan setiap teknologi bantu. Pengalaman dapat berubah menurut versi Android, ukuran layar, dan pengaturan aksesibilitas yang digunakan. Karena itu, pengguna yang sangat bergantung pada pembaca layar sebaiknya menguji alur utama sejak awal: membuka kitab, memilih pasal, membaca teks, dan menjalankan audio.
Akses saat koneksi, waktu, dan perhatian terbatas
Aplikasi Alkitab sering dipakai dalam kondisi yang tidak ideal: di kendaraan umum, ruang tunggu, kamar dengan lampu redup, atau tempat ibadah yang mengharuskan layar tetap tenang. Dalam situasi seperti itu, saya menilai aplikasi dari seberapa sedikit gangguan yang dibutuhkan untuk kembali ke teks. Membaca dari ponsel memang menghemat ruang, tetapi notifikasi dan gangguan dari aplikasi lain tetap dapat memecah perhatian. Saya biasanya mengaktifkan mode senyap atau jangan ganggu sebelum memulai renungan.
Audio sangat membantu ketika perhatian visual tidak tersedia, tetapi lingkungan bising dapat mengurangi pemahaman. Headphone mungkin membuat suara lebih jelas, walaupun tidak semua pengguna nyaman atau dapat menggunakannya. Ada pula situasi ketika suara tidak pantas diputar, seperti di perpustakaan, ruang kelas, atau ibadah bersama. Dalam kondisi itu, teks tetap menjadi pilihan yang lebih praktis.
Untuk anak-anak dan keluarga, rating usia 3+ membuat aplikasi ini tampak sesuai untuk penggunaan umum, tetapi pendampingan orang dewasa tetap berguna. Anak mungkin dapat membuka teks, namun belum tentu memahami bahasa dan konteksnya. Saya akan memakai aplikasi ini bersama anak dengan memilih bagian yang sesuai, membacakan secara bergantian, lalu mengajak berdiskusi memakai bahasa sederhana. Rating usia bukan jaminan bahwa materi akan mudah dipahami setiap kelompok umur.
Aplikasi ini juga sesuai untuk pengguna yang ingin membaca dalam bahasa Indonesia tanpa membayar. Harganya gratis, sehingga hambatan biaya lebih rendah dibandingkan membeli beberapa buku atau layanan digital berbayar. Namun, “gratis” tidak berarti semua kebutuhan studi terpenuhi. Jika tujuan Anda adalah riset mendalam, pencarian kata lintas terjemahan, catatan akademik, atau kumpulan komentar, platform lain mungkin lebih cocok meskipun alurnya lebih rumit.
Hambatan yang masih perlu dipertimbangkan
Menurut saya, keterbatasan terbesar aplikasi ini muncul ketika kebutuhan pengguna melampaui pembacaan dan pendengaran dasar. Pembaca yang ingin melakukan perbandingan terjemahan, melihat catatan kaki, menandai ayat dengan sistem yang lengkap, atau menyusun studi tematik mungkin akan merasa perlu berpindah ke aplikasi lain. Perpindahan itu tidak selalu buruk, tetapi berarti Alkitab Terjemahan Baru lebih tepat dipandang sebagai alat akses teks dan audio daripada pusat studi digital yang serba lengkap.
Versi yang tercantum saat ini adalah 14.0, dan aplikasi ini dapat digunakan pada Android 5.0 atau yang lebih baru. Dukungan tersebut membuatnya relevan untuk cukup banyak perangkat Android, termasuk ponsel lama yang masih dipakai sehari-hari. Meski begitu, kompatibilitas sistem operasi tidak menjamin pengalaman yang sama pada setiap perangkat. Performa, ukuran layar, kualitas speaker, dan pengaturan font dapat membuat navigasi terasa berbeda.
Saya juga melihat adanya trade-off antara kesederhanaan dan kelengkapan. Antarmuka yang berfokus pada teks dapat membantu orang yang tidak ingin dibebani banyak menu. Sebaliknya, pengguna berpengalaman mungkin mencari fitur lanjutan dan merasa proses belajar Alkitabnya kurang fleksibel. Saya akan memilih aplikasi ini untuk membaca dan mendengarkan Terjemahan Baru, lalu memakai alat tambahan bila membutuhkan penelitian yang lebih terstruktur.
Pengguna yang tidak menyukai ponsel untuk kegiatan rohani mungkin sebaiknya tetap memakai Alkitab cetak. Buku fisik tidak memerlukan baterai, tidak terganggu notifikasi, dan mudah dipakai dalam suasana yang mengharuskan perangkat elektronik disimpan. Aplikasi ini unggul dalam portabilitas dan pilihan audio, tetapi tidak otomatis mengalahkan buku fisik dalam kenyamanan membaca lama atau rasa familiar.
Untuk pembaca dengan kebutuhan akses khusus, saya menyarankan percobaan singkat sebelum menjadikannya alat utama. Periksa apakah ukuran teks nyaman, apakah perpindahan antarbagian dapat dilakukan tanpa kesulitan, dan apakah audio terdengar jelas bagi Anda. Jika salah satu tahap terasa menghambat, kombinasikan aplikasi dengan fitur aksesibilitas Android, perangkat penyangga, atau pembacaan bersama orang lain. Pendekatan seperti ini lebih realistis daripada mengharapkan satu aplikasi menyelesaikan semua kebutuhan.
Putusan yang inklusif untuk pembaca Indonesia
Setelah menggunakannya sebagai aplikasi buku dan referensi, saya melihat Alkitab Terjemahan Baru sebagai pilihan yang masuk akal bagi siapa pun yang ingin membawa teks Terjemahan Baru dalam bentuk digital dan memiliki opsi mendengarkan. Faith Comes By Hearing menjaga fokusnya pada akses Firman Tuhan dalam bahasa Indonesia, dan fokus itu justru menjadi kekuatannya. Pengguna tidak perlu membayar untuk memulai, sementara dukungan Android 5.0 atau lebih baru membuatnya dapat dipertimbangkan oleh pemilik perangkat yang tidak terlalu baru.
Saya paling merekomendasikannya kepada pembaca yang ingin renungan singkat, keluarga yang membaca bersama, pengguna yang sering bepergian, serta orang yang membutuhkan alternatif audio ketika membaca dari layar tidak memungkinkan. Opsi mendengarkan juga memberi jalan masuk bagi pengguna dengan kebutuhan visual tertentu, walaupun kenyamanan akhirnya bergantung pada perangkat dan pengaturan masing-masing. Untuk akses yang lebih inklusif, gunakan teks dan audio secara bergantian sesuai kondisi, bukan memaksakan satu cara setiap saat.
Saya tidak akan menjadikannya rekomendasi utama bagi pengguna yang menginginkan perangkat studi Alkitab lengkap dengan banyak terjemahan, komentar, pencarian akademik, dan pengelolaan catatan yang mendalam. Mereka mungkin lebih puas dengan aplikasi studi khusus atau kombinasi beberapa sumber. Pembaca yang lebih nyaman dengan kertas juga tidak perlu berpindah hanya karena aplikasi ini gratis.
Secara keseluruhan, penilaian saya positif karena aplikasi ini menyelesaikan kebutuhan yang jelas tanpa meminta pengguna memahami sistem yang rumit. Rating rata-rata 4,7 dan lebih dari seratus ribu pemasangan memperkuat kesan bahwa banyak orang menganggap pendekatan ini berguna, meskipun saya tetap menilai berdasarkan kebutuhan pribadi, bukan popularitas semata. Pilihan terbaiknya adalah ketika Anda membutuhkan Alkitab Indonesia yang mudah dibawa, dapat dibaca, dan dapat didengarkan dalam rutinitas sehari-hari.
Jika Anda ingin memakainya, mulailah dengan satu kebiasaan kecil: pilih waktu yang tenang, baca satu bagian secara utuh, lalu coba dengarkan bagian yang sama pada kesempatan berbeda. Dari situ Anda dapat mengetahui apakah teks, audio, ukuran layar, dan cara navigasinya benar-benar cocok untuk Anda. Bagi saya, kesederhanaan tersebut cukup bernilai, selama saya tidak mengharapkannya menjadi pengganti semua alat studi Alkitab lainnya.
Menggabungkan bacaan dengan kebiasaan yang sudah ada
Saya juga melihat manfaatnya bagi orang yang sudah memiliki jadwal rohani tetap tetapi tidak selalu berada di rumah. Sebelum berangkat, pengguna dapat menentukan bagian yang ingin dibaca, lalu menyimpan rujukannya di catatan pribadi agar mudah ditemukan saat ada waktu luang. Ini bukan pengganti fitur penanda khusus; justru cara sederhana tersebut menghindari ketergantungan pada alat yang belum tentu dibutuhkan. Jika sesi terpotong oleh perjalanan atau pekerjaan, rujukan itu membantu saya kembali ke tujuan semula tanpa membuka banyak bagian secara acak.
Dalam kelompok kecil, aplikasi dapat menjadi salinan praktis ketika peserta membawa edisi cetak yang berbeda atau tidak membawa buku. Namun, saya akan menyepakati rujukan terlebih dahulu dan memberi waktu bagi semua orang untuk menemukannya, alih-alih menganggap setiap peserta berpindah dengan kecepatan yang sama. Untuk diskusi yang membandingkan kata demi kata, satu terjemahan saja tentu bukan alat yang cukup; aplikasi ini lebih tepat menjadi teks bersama yang menjadi titik awal percakapan.
Memilih antara teks, audio, dan sumber lain
Jika Anda bertanya apakah audio cocok untuk menggantikan membaca, jawaban saya bergantung pada tujuan. Untuk menangkap alur sebuah bagian sambil melakukan pekerjaan rumah yang ringan, mendengar bisa terasa alami. Untuk mengamati pengulangan kata, berhenti pada satu ayat, atau mencatat pemikiran, teks lebih mudah dikendalikan. Saya kerap memakai kedua cara pada waktu berbeda, bukan mencoba membaca dan mendengarkan bersamaan. Pergantian metode juga dapat menunjukkan bagian mana yang benar-benar saya pahami dan mana yang perlu dibaca ulang dengan tenang.
Pembaca yang sedang memilih di antara aplikasi Alkitab sederhana, platform studi digital, dan buku cetak sebaiknya memikirkan kebiasaan utamanya. Dibandingkan situs yang dibuka lewat peramban, aplikasi khusus terasa lebih sesuai untuk akses rutin dari ponsel. Dibandingkan aplikasi studi yang memuat banyak terjemahan dan bahan rujukan, pendekatannya lebih terarah tetapi tidak seluas itu. Buku cetak tetap unggul bagi orang yang ingin menjauh dari notifikasi atau menandai halaman secara fisik. Saya akan memilih berdasarkan situasi, bukan mengharapkan satu format menang untuk semua kegiatan.
Langkah awal yang membuat pengalaman lebih terukur
Pada penggunaan pertama, saya menyarankan mencoba satu alur lengkap sebelum membangun rutinitas: buka bagian yang sudah dikenal, baca beberapa ayat, lalu cari bagian lain yang dirujuk. Setelah itu, uji audio di tempat yang tenang dan pada volume yang nyaman. Percobaan ini menjawab pertanyaan praktis yang sering baru terasa setelah dipakai—apakah navigasi cocok untuk saya, apakah layar mudah dibaca, dan apakah suara membantu konsentrasi. Bila ada hambatan, sesuaikan lingkungan atau gunakan metode lain sebelum memutuskan aplikasi ini tidak sesuai.
Kesimpulan saya tetap sederhana: Alkitab Terjemahan Baru paling berguna sebagai akses praktis ke teks dan audio berbahasa Indonesia, bukan sebagai paket lengkap untuk setiap jenis studi. Saya akan menyimpannya sebagai pilihan harian ketika ingin membaca singkat, mendengarkan satu bagian, atau membawa rujukan tanpa buku. Untuk riset yang menuntut perbandingan dan sumber penjelas, saya akan melengkapinya dengan bahan lain; untuk pembacaan panjang tanpa layar, saya tetap mengambil buku fisik. Mengetahui batas itu sejak awal membuat aplikasi ini lebih mudah dinilai secara adil dan dipakai sesuai kekuatannya.
Kelebihan
- Teks mudah dibaca dengan navigasi antar kitab yang praktis.
- Pencarian ayat membantu menemukan kata atau topik tertentu dengan cepat.
- Dapat digunakan tanpa koneksi internet setelah Alkitab diunduh.
- Ukuran huruf dan tema tampilan bisa disesuaikan untuk kenyamanan membaca.
- Cocok untuk renungan pribadi, ibadah, maupun pembacaan harian.
Kekurangan
- Beberapa fitur mungkin memerlukan koneksi internet atau pembaruan tambahan.
- Pilihan terjemahan terbatas jika pengguna ingin membandingkan versi lain.
- Iklan dapat mengganggu fokus membaca pada versi gratis.
- Tidak semua edisi menyediakan catatan kaki atau referensi silang lengkap.
- Fitur audio atau pembacaan suara mungkin belum tersedia di semua perangkat.
FAQ untuk Alkitab Terjemahan Baru
Apa itu aplikasi Alkitab Terjemahan Baru?
Alkitab Terjemahan Baru adalah aplikasi yang menyediakan teks Alkitab dalam bahasa Indonesia berdasarkan versi Terjemahan Baru. Aplikasi ini umumnya membantu pengguna membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru melalui ponsel, sehingga ayat dapat diakses kapan saja. Beberapa versi aplikasi juga dilengkapi pencarian ayat, penanda halaman, catatan pribadi, serta pengaturan ukuran teks untuk kenyamanan membaca.
Apakah aplikasi ini dapat digunakan tanpa koneksi internet?
Ketersediaan fitur offline bergantung pada aplikasi Alkitab Terjemahan Baru yang Anda unduh. Pada sejumlah aplikasi, seluruh teks Alkitab dapat dibaca tanpa internet setelah data selesai dipasang. Namun, fitur seperti audio, sinkronisasi, pembaruan konten, atau materi tambahan mungkin tetap memerlukan koneksi. Sebaiknya periksa keterangan aplikasi dan izin yang diminta sebelum mengunduh.
Apakah Alkitab Terjemahan Baru gratis untuk diunduh dan digunakan?
Banyak aplikasi Alkitab Terjemahan Baru tersedia secara gratis, tetapi pengalaman pengguna dapat berbeda-beda. Ada aplikasi yang menampilkan iklan, menawarkan pembelian dalam aplikasi, atau menyediakan fitur tambahan berbayar. Sebelum memasang, periksa halaman unduhan untuk mengetahui apakah terdapat biaya, iklan, langganan, atau pembelian tertentu. Pastikan juga aplikasi berasal dari pengembang yang jelas dan terpercaya.
Fitur apa saja yang biasanya tersedia dalam aplikasi ini?
Selain membaca teks Alkitab, aplikasi ini biasanya menawarkan pencarian berdasarkan kitab, pasal, atau kata kunci. Fitur lain yang mungkin tersedia meliputi penanda ayat favorit, catatan renungan, riwayat bacaan, berbagi ayat, mode malam, pengaturan ukuran huruf, dan pembacaan audio. Tidak semua fitur ada di setiap aplikasi, jadi periksa deskripsi serta tangkapan layar sebelum mengunduh.
Apakah aplikasi ini cocok untuk pemula dan kegiatan renungan harian?
Alkitab Terjemahan Baru cocok digunakan oleh pembaca baru maupun pengguna yang sudah terbiasa membaca Alkitab. Struktur kitab dan pembagian pasalnya relatif mudah diikuti, sementara fitur pencarian dapat membantu menemukan bagian tertentu dengan cepat. Untuk renungan harian, aplikasi dengan penanda, catatan, dan rencana baca akan terasa lebih praktis. Namun, pengguna sebaiknya tetap memeriksa konteks ayat saat mempelajari isinya.
Alkitab Terjemahan Baru
Situs ini menyediakan informasi independen tentang aplikasi pihak ketiga dan tidak berafiliasi dengan, atau dimiliki, dikembangkan, maupun didistribusikan oleh, pemilik atau pengembang aplikasi apa pun yang ditampilkan di sini. Nama aplikasi, logo, dan merek dagang adalah milik masing-masing pemiliknya. Detail developer disediakan sebagai referensi; silakan hubungi developer secara langsung melalui globalbibleapps@fcbhmail.org, kunjungi https://www.faithcomesbyhearing.com/, atau baca https://www.faithcomesbyhearing.com/global-bible-apps/privacy-policy mereka.













